Minggu, 01 April 2012

Perbedaan guru dulu dengan sekarang

Kartika Sari Anggraini (08-029)

Fatimah Lubis (10-050)

 

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa perubahan zaman telah banyak merubah aspek-aspek yang ada di kehidupan manusia. Berkaitan dengan Paedagogi, maka berikut perubahan yang terjadi dengan guru pada zaman dulu dan zaman sekarang:

1.Cara Mengajar

Cara mengajar yang diterapkan oleh guru zaman dulu umumnya adalah dengan menggunakan penjelasan yang bertele-tele, yang sepertinya setiap kata yang ada di buku itu dibaca. Dengan metode ini, pengetahuan yang diterima siswa hanya bersumber dari sang guru saja.

Sedangkan guru zaman sekarang lebih sering hanya menjelaskan secara singkat materinya, lalu mempersilahkan para siswa untuk bertanya apabila ada kesulitan. Dengan cara ini, siswa jadi terpacu untuk mengembangkan pengetahuannya di luar sekolah. Misalnya dengan browsing di Internet, mengikuti kursus, dan lain sebagainya. Pengetahuan yang didapat pun akan semakin banyak.

2.Cara Menasihati Siswa

Cara menasihati siswa yang dilakukan oleh guru-guru zaman dulu adalah dengan kalimat- kalimat yang biasanya kasar. Seperti menyinggung kondisi ekonomi keluarganya, penampilannya, dan lain sebagainya. Hal ini akan membuat para siswa saat itu menjadi berfikir keras agar tidak akan diledek oleh guru-guru mereka.

Perlakuan berbeda dilakukan guru zaman sekarang. Mereka biasanya menasihati para murid hanya dengan nasihat-nasihat yang halus dan tidak sampai menyinggung perasaan murid tersebut.

Paedagogi Teori dan Praktis


Pedagogik atau ilmu pendidikan adalah ilmu atau teori yang sistematis tentang pendidikan yang sebenarnya bagi anak atau untuk anak sampai ia mencapai kedewasaan. Pedagogik sebagai ilmu yang mendidik dan membimbing subjek didiknya (yaitu manusia muda) agar mencapai tujuan pendidikan adalah studi teoritik-praktis yang berusaha memadukan teori kefilsafatan dengan pendekatan secara empirik (ilmiah) untuk memahami keseluruhan permasalahan dan lapangan pendidikan.
Paedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas bagaimana menggunakan untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan jaman.