Jumat, 07 Desember 2012

HASIL OBSERVASI


1. Nama & NIM Observer
Fatimah Lubis 101301050

2. Kelas yang diobservasi
Kelas X-MM4 Reguler

3. Mata Pelajaran & Nama Guru yg mengajar
Matematika, Ibu Hartati Siregar. SPD

4. Waktu Observasi & Durasi
Pukul 12.00 durasi 30 menit

5. Jumlah Siswa dalam Kelas
Siswa berjumlah 20 orang

6. Media pembelajaran yg digunakan guru
Laptop, whiteboard

7. Media pembelajaran yg digunakan siswa
Buku, dan alat tulis

8. Situasi fisik kelas
Ruang berukuran ± 80x80cm. Didalam kelas ada 2 ac 1 kipas, LCD, whiteboard. Terdapat 4 lampu panjag. Ada 20 kursi siswa, dan 1 meja tulis serta kursi untuk guru yang mengajar.

9. Alat Observasi
Kertas dan pulpen.

Observasi yang dilakukan pada tanggal 05 desember 2012 di salah satu SMK X di kota medan. Sebagai paduan dan analisa saya pada saat observasi tersebut saya menggunakan tabel  5.3 di buku Margaret E. Gredler pada halaman 186 dan tabel  5.6 di buku Margaret E. Gredler pada halaman 198. Tetapi saya juga menggabil dari poin-poin yang ada di tabel 5.10 Margaret E. Gredler pada halaman 219-220 sebagguat analisa observasi saya ini.

Tabel 5.3
Sembilan Tahapan Belajar
Deskripsi
Tahapan
Fungsi
Persiapan Belajar
1. Memerhatikan


2. Harapan

3. Pengambilan kembali (informasi yang relvan atau keterampilan)
Memeberikan peringatan bagi pemebelajar terhadap adanya stimulus.
Mengorientasikan pemelajar pada belajar.
Memberikan ingatan tentang kapablitas yang diperlukan.
Akuisisi dan kinerja
4. persepsi selektif terdapat cirri stimulus

5. pengkodean semantic


6. pengambilan kembali dan respons


7. penguatan
Memungkinkan penyimpulan stimulus penting secara temporer di dalam ingatan kerja.
Transfer cirri stimulus dan informasi terkait ke dalam ingatan jangka panjang.
Mengembalikan informasi yang tersimpan ke penggerak respons individual dan mengaktifkan respons.
Mengkonfirmasi harapan pemelajar tentang tujuan belajar.
Transfer Belajar
8. Pengambilan petunjuk


9. kemampuan generalisasi
Memberikan pentunjuk tambahan untuk pengigatan kapasitas di waktu mendatang.
Memperkaya transfer belajar ke situasi baru.
Tabel 5.6
 Kata Kerja untuk Jenis Belajar
Kapabilitas
Kata Kerja
Informasi
Menyatakan mendefinisikan, menuraikan dengan kata-kata sendiri.
Keterampilan motorik
Melakukan mengerjakan, memberlakukan, mengucapkan.
Sikap
Memutuskan … bebeas untuk memilih … memilih (aktivitas yang disukai).
Siasat kognitif
Menentukan cara (strategi).
Keterampilan
    Membedakan
    Konsep
   
    Aturan
    Kaidah tingkat tinggi

Memilih (yang sama dan yang beda).
Mengidentifikasi (contoh) mengklasifikasi (ke dalam kategori ).
Menunjukan, mempredisi, menjabarkan.
Menghasilkan (penyelesaian satu masalah), memecahkan.


Pada saat observasi berlasung, saya melihat dari setiap kelas memakai laptop sebagai media belajar mereka. Tetapi pada kelas yang saya obsevasi pas pada saat itu sedang belajar MM, mereka tidak memakai laptop. Mereka sedang diberi 30 soal essai  MM yang diberikan gurunya lasung, dengan cara menulis soal-soal tersebut di whiteboard. Pembahasan dari observasi ini yang menjadi panduan dan analisa saya dari kedua tabel ini.  

Bahawa siswa pada kelas yang saya observasi kurang fokus dengan dengan soal-soal yang diberikan gurunya. Tetapi ada juga sebagian siswa yang duduk di depan focus dengan soal-soal yang diberikan gurunya, dan mencatat semua soal yang ditulis guru di whiteboard dengan rapi. Pasti stiap guru berharap siswanya memperhatikan soal yang diberikan, tetapi sebagian murid yang duduk di belakang asing dengan kegitan mereka, ada yang main laptop, main Hp, dan ada yang bercerita dengan teman sebelahnya.

Setelah guru selesai menulis soal-soal di whiteboard guru memberikan informasi tentang soal-soal yang mungkin perna di beri tugas pada sebelumnya. Dan guru member penguatan tentang soal yang guru berikan.

Informasi yang diberikan guru membuat siswa yang mau belajar tersebut mengerjakan soal-soal itu dengan semangat. Apabila mereka buntuh untuk mengerjakannya, mereka lasung bertanya pada guru tersebut dan mencatat rumus yang benar. Dan pada akhirnya ada di antara mereka yang siap mengerjakan sebagian soal mereka tersebut.

Murid yang tidak fokus dengan soal-soal yang diberikan guru karena kurangnya tegas guru tersebut. Jadi mereka tidak terlalu merespon soal-soal tersebut. Guru pun hanya berfokus pada soal yang ia tulis di whiteboard. Tetapi paa guru member ancaman siswa-siswa nya lasung megerjakan soal-soal yang ada di whiteboard.  

Dari observasi saya di atas saya kaitkan juga pada tabel 5.10, tetapi tidak semua poinnya hanya sebagian poin saja yang saya ambil, yaitu:
1. Pada poin pertama “Menarik Perhatian”. Pada saat situasi kelas tersebut guru kurang berkomunikasi dengan muridnya. Dikarenakan guru yang terlalu fokus dengan soal yang ia tulis. Mengakibatkan murid-muridnya tidak terfokus pada soal-soal yang ia berikan, hanya sebagian kecil yang mencatat soal-soal tersebut. 
2. Pada poin kedua “ Memberi informasi tujuan kepada pemelajar. Pada poin kedua ini terjadi komunikasi guru yang bertanya kepada siswanya tentang soal yang ia buat.
3. Pada poin ketiga “ menstimulusi ingatan atas hal-hal telah dipelajari sebelumnya. Pada poin ini terlihat pas guru selesai menuliskan soal tersebut. Dy menjelaskan sedikit soal mana yang sebelumnya telah dipelajarinya

Mungkin ini saja hasil analisa saya dari observasi di SMK X tersebut. Apabila ada kesalahan saya mohon maaf. Saya berharap kritik dan saran yang bisa membangun analisa saya ini. ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar